Sabtu, 02 Oktober 2010
Angkuhnya Kotaku
Yang dapat kalian hantam dengan ton-ton batu akik
Aku bukan betina yang lemah
Yang dapat kalian kasihani ketika ku jatuh
Ribuan caci mungkin telah ku telan bagaikan lalap singkong
Ribuan maki mungkin telah ku minum bagaikan susu kambing
Ribuan iri mungkin telah kalian tunjukan padaku
Ribuan ingin mungkin telah kalian pendam padaku
Aku rasakan seiap kata-kata busuk meresap di otakku
Aku telah pendam di hati ketika engakau berteriak benci
Kalian yang bertopeng baik di hadapanku
Kalian yang berbaju mewah di kacamataku
Hingga aku merasa berjalan di sebuah alamat tanpa nama
Kalian hantarkan aku kedalam berjuta meter sakit hati ini
Hingga aku merasa salah jalan di sebuah kota sombong
Kalian bawa aku kedalam beratus-ratus sakit hati ini
lama-lama aku sudah terbiasa begini
menjadi pembantu kalian dengan gaji yang mungkin rendahan
lama-lama aku berlapang dengan seperti ini
menjadi pesuruh kalian dengan upah yang mungkin miring
inikah kota yang mengatas namakan metropolitan
inikah kota yang bertuliskan sejahtera
inikah kota yang mengatkan serba ada
inikah kota yang bercerita indah
Aku akan berteriak tidak untuk itu
Sombongnya membuat kita lupa
Aku akan bercerita tidak unuk ini
Angkuhnya kalian atas kami
Aku ingin keadilan itu nyata
Aku ingin bukan uang sebagai ukuran kebaikan
Aku ingin kesejahteraan bukan untuk kalian saja
Aku ingin bukan kekayaan sebagai ukuran persahabatan
Selasa, 13 Juli 2010
Tak Terbaca
Setiap hari aku selalu begini. Menikmati rumah kecil ini dengan isi barang yang penuh dengan kebisuan. Tahukah kalian disaat kalian pergi aku hanya ingin kalian tahu sisi sebelah lainnya membutuhkan kalian. Aku selalu menunggu orang rumahku datang. Hingga sore menjelang, dan ketika sore telah datang kini tugasku menjadi asisten rumahku sendiri dimulai. Show time untuk jadi anak yang tidak terluka, tersenyum dengan seyuman yang renyah. Mulai dari kamar tidur., ruang tamu, sampai teras kecil depan rumahku. Setelah selesai pekerjaanku sendiri tinggal aku terduduk tenang, waktunya aku menoleh kapan mereka pulang. Magribpun telah tiba saatnya mereka pulang. Aku terdiam melihat kalian pulang, tapi aku tahu kalian lelah. Tapi tak adakah kalian tahu aku butuh teman. Menikmati kesendirian dengan hal-hal yang aneh.
Malam kini benar-benar telah tiba mereka lelah dan waktunya untuk istirahat. Aku tak bisa beristirahat, lagi-lagi aku menikamtinya dengan kesendirian. Malam yang seharusnya hangat selalu berubah menjadi dingin. Aku bingung kenapa selalu begini. Tapi mungkin bukan kesalahan mereka tapi kesalahan aku yang terlalu manja. Aku tahu mereka melakukannya karena keadaan. Tapi haruskah setiap hari, biarlah ini berjalan.
Tadi bagian di dalamnya coba aku tengok juga keluar. Mencoba mencari ketenangan diluar bersama sahabat. Siapa yang harus aku panggil sahabat? Siapa pula yang harus aku panggil teman? Terkadang jiwanya terlalu egois menikmati hidupnya sendiri dikala mereka senang. Mungkin aku seperti itu anggap mereka. Tapi mungkin saja mereka seperti itu. Jujur kalian terlalu berkelompok disaat bermain, aku ingin semuanya bersama-sama menikmati tawa dimanapun kita berada, dan tiada lagi sindiran yang bermakna. Kalian tahu kalian hanya omong kosong, dimana kalian disaat aku susah. Kalian datang dikala aku senang..hahahha sepertinya hal itu sudah sangat biasa saja. Maafkanlah aku yang terlalu curiga padamu teman dan sahabatku.
Kini dari hal seperti ini aku tahu inilah hidup..semua hal yang menyakutnya tak akan dapat terbac.. hanya dapat dipelajari ketika ujianNYA datang. Aku hanya mencari hikmah apa yang dapat semoga aku dan siapapu bisa belajar menghargai keberadaan sesorang.....
created by Dwi Astuti
14-07-2010
Selasa, 08 Juni 2010
Proposal Penelitian
Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga dengan segala keterbatasannya penulis dapat menyusun dan menyelesaikan penelitian ini. Terima kasih atas kekuatan, jalan dan bantuan dan kesehatan yang telah Kau berikan.
Adapun tujuan dari pada penyusunan penelitian ini adalah dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan guna menjalani tugas pada mata kuliah Bahasa Indonesia pada jurusan Akuntansi Ekonomi di Universitas Gunadarma.
Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal penelitian ini tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang disebabkan oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis meminta saran-saran yang sifatnya membangun dari semua pihak yang berkepentingan.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikanya penelitian ini. Akhir kata dengan segala kekurangan yang ada pada penulis berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.
Jakarta, Mei 2010
Penulis
(Dwi Astuti)
1. Judul Penelitian : EVALUASI PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN KALSIFIKASI BIAYA SEBAGAI DASAR KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN.
2. Bidang Ilmu : Ilmu Ekonomi
3. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Dalam situasi perekonomian yang penuh dengan persaingan pada saat ini, setiap perusahaan ditutntut untuk beroperasi secara efektif dan eisien dalam menggunakan segala sumber daya yang ada. Pada umumnya setiap perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memperoleh laba yang maksimal. Pada perusahaan yang telah memiliki skala operasi yang luas, jalannya kegiatan operasial tidak secara langsung dipimpin oleh pemilik perusahaan, akan tetapi dilakukan oleh manajemen. Oleh karena itu sangat diperlukan manajemen perusahaan yang terampil agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manajemen perusahaan yang baik dan terampil harus dapat bekerja secara efisien dan efektif dan ekonnomis serta dapat mengambil keputusan yang tepat, baik yang menyangkut hal-hal yang sangat sederhan maupun hal-hal yang bersifat komplek karena menyangkut kelangsungan hidup perusahaan. Untuk mengambil keputusan secara tepat, manajemen sangat memerlukan informasi ini sangat penting karena manajemen terlambat dalam mengolah informasi dan terlambat dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan karena kesempatan tersebut akan di ambil oleh perusahaan pesaing.
Suatu perusahaan harus dapat menghasilkan produk sesuai dengan keinginan konsumen, yaitua menghasilkan produk yang bermutu dengan harga yang bersaing, dalam arti bahwa produk tersebut harus didukung oleh sistem produksi yang baik yang bersifat meningkatkan sistem produksi maupoun yang bersifat mendukung hasil dan produksi kearah yang lebih baik, dan berkesinambungan. Sehingga dapat terciptnya efisiensi yang pada gilirannya akan menekan harga pokok.
Dan sebagai bahan permasalahan dalam penelitian ini, penulis menitikberatkan pada bagaiman perusahaan membuat dan mengklasifikan komponen-komponen biaya sehingga tercapai akumulasi biaya yang paling efisien bagi perusahaan sehingga menentukan harga pokok produksi sampai penentuan harga jual pada suatu perusahaan.
Supaya biaya produksi yang harus dikeluarkan tidak terjadi pemborosan yang berlebihan maka di perlukan kalkulasi biaya yang dilakukan seefektif dan seefisen mungkin dalam pengendalian dan pengawasan biaya sehingga biaya yang diperlukan suatu produksi dapat ditekan sedemikian rupa tetapi dalam hal ini perusahaan tetap memperhitungkan laba yang akan diperolehnya.
Walaupun sekarang ini laba bukanlah satu satunya sasaran bagi banyak perusahaan, namun ukuran yang seringkali di pakai untuk menilai sukses tidaknya manajemen dalam mengelola suatu perusahaan adalah laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu, sedangkan laba itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama harga jual produk, biaya biaya dan volume penjualan. Dalam pemilihan alternatif tindakan dan perumusan kebijkaan perusahaan di perlukan perencanaan hubungan ketiga faktor diatas dimana ketiganya saling berkaitan. Biaya mempengaruhi harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki, harga jual mempengaruhi volume penjualan, volume penjualan langsung mempengaruhi volume produksi mempengaruhi biaya.
Untuk menentukan harga jual yang kompetitif perusahaan harus dapat menentukan harga pokok produksi dengan mengklasifikasikan biaya biaya yang terjadi secara tepat dan benar. Hal inilah yang mendorong penulis membahas mengenai perhitungan harga pokok produksi dan bagaimana pengaruhnya terhadap harga jual.
b. Identifikasi Masalah :
Berdasarkan Latar belakang masalah di atas, penelitian terebut dapat di identifikasi meliputi wawancara pada bagian manajemen perusahaan, observasi pada perusahaan, koleksi buku-buku di perpustakaan, dan pemanfaatan internet sebagai bahan pengetahuan tambahan.
c. Batasan Masalah :
Karena cakupan masalah klasifikasi biaya terlalu luas maka diperlukan pembatasan masala supaya sasaran yang hendak dicapai dapat terpenuhi. Adapun masalah yang akan dibahas oleh penulis adalah sebagi berikut :
1. Bagaimana cara perhitungan harga pokok produksi dengan klasifikasi biaya yang diterapkan oleh perusahaan ?
2. Bagaimana perhitungan harga pokok produksi dengan klasifikasi biaya sebagi dasar kebijakan dalam menentukan harga jual?
d. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Sejalan dengan perumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagi berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimana cara perhitunga harga pokok produksi dengan klasifikan biaya yang diterapkan oleh perusahanaan.
2. Untuk mengetahui bagaiman perhitungan harga pokok produksi dengan klasifikasi biaya sebagai dasar kebijakan dalam menentukan harga jual.
Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Bagi penulis, dapat memberikan manfaat yang besar yakni memperluas dan memperdalam pengetahuan dan cakrawala berpikir tertuma mengenai perhitungan harga pokok produkssi dengan klasifikasi biaya sebaagai dasar kebijakan dalam menentukan harga jual.
2. Bagi pihak lain, sebagai bahan informasi dan sumbangan pemikiran yang kiranya dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.
3. Bagi perusahaan yang diteliti, dapat memberikan masukan dan saran bagi perusahaan twempat penulis melaksanaan penelitian.
e. Kajian Pustaka
1. Pengertian Akuntansi Biaya
Akuntansi berkaitan dengan hal pengukuran, pencatatan dan pelaporan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Pihak-pihak yang memerlukan informasi keuangan secara garis besar dibedakan atas dua pihak :
a. Pihak intern yaitu manajemen perusahaan.
Pihak ini memerlukan informasi keuangan mengenai biaya yang berhubungan dengan produksi dan penjualan produk atau jasa agar dapat melaksanakan fungsi perencanaan, pengendalian biaya dan pengambilan keputusan dengan baik.
b. Pihak ekstren seperti investor, kreditur, dan pihak lain. Pihak memerlukan informasi keuangan perusahaan agar dapat mengambil keputusan mengenai hubungan mereka dengan perusahaan yang bersangkutan.
Beberapa definisi akuntansi biaya antara lain :
Menurut R.A Supriyono (1999:12)
Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan.
2. Fungsi Akuntansi Biaya
1. Perencanaan dan pengendalian biaya
2. Penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dengan tepat dan teliti.
3. Pengambilan keputusan oleh manajemen.
3. Pengertian dan Klasifikasi Biaya
Menurut Charles T. Horngren (1984:28) pengertian biaya adalah sebagai berikut :
“ Biaya sebagai sumber daya dikorbankan untuk mencapai suatu tujuan atau sasaran tertentu. “
Dari definisi maka dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan pengorbanan daya ekonomis yang diukur dalam satuan uang untuk mencapai tujuan tertentu, baik biaya yang telah terjadi maupun biaya yang mungkin akan terjadi. Oleh Karena itu perusahaan di dalam mengambil keputusan harus mempertimbangkan manfaat dari keputusan tersebut dan perngorbanan untuk mencapai keputusan tersebut. Keputusan yang diambil harus menghasilkan manfaat yang lebih besar dari pengorbanan tersebut.
4. Klasifikasi Biaya
Akuntansi biaya bertujuan untuk menyajikan biaya yang akan digunakan untuk bertujuan, dan dalam mengklasifikasikan biaya harus disesuaikan dengan tujuan dari informasi biaya yang disajikan. Oleh karena itu dalam mengklasifikasikan biaya tergantung untk apa biaya tersebut digolongkan, untuk tujuan berbeda diperlukan cara penggolongan yang berbeda pula, dan tidak ada satu cara penggolongan biaya yang dapat dipakai untuk semua tujuan atau yang biasanya dikenal dengan konsep “diffrent cost for diffrent purposes.”
Menurut Usry Hammer (1993 : 28 -29) biaya dapat diklasifikasikan berdasarkan hubungan biaya dengan
a. Produk
b. Volume produksi
c. Departemen pabrikase
d. Periode akuntansi
e. Keputusan, tindakan, atau evaluasi
5. Metode Perhitungan Harga Pokok Produk
Dalam akuntansi biaya dikenal dua metode perhitungan harga pokok produk, yaitu :
1. Metode Full costing
2. Metode Direct Costing
Perbedaan pokok antara kedua metedo tersebut terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi yang bersifat tetap.
f. Metodologi Penelitian
1. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian secara deskriptif yang berbentuk studi kasus dan lapangan. Metode ini meliputi kegiatan yang dilakukan dengan mengadakan penelitian langsung ke perusahaan untuk memperoleh data yang diperlukan sehubungan dengan masalah yang akan diteliti.
Tujuan penelitian secara deskriptif yang berbentuk studi kasus ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengevaluasi perhitungan harga pokok produksi dengan klasifikasi biaya sebagai dasar kebijakan dalam penetapan harga jual pa sebuah perusahaan.
2. Variabel dan Pengukurannya
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Biaya, pengukurannya unit produksi dan biaya standar per unit.
2. Harga jual, pengukurannya harga pokok produk dan mark up
3. Definisi Operasioanal Variabel
Pengertian dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut :
1. Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang di ukur dalam satuan uang untuk mencapai tujuan atau sasran tertentu. Biaya ini meliputi :
a. Biaya bahan baku adalah harga perolehan dari bahan baku yang dipakai dalam pengolahan produk.
b. Biaya tenaga kerja langsung adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik yang manfaatnya dapat diidentifikasikan atau diikuti jejaknya pada produk akhir yang dihasilkan oleh perusahaan.
c. Biaya overhead pabrik adalah biaya dari bahan pnolong, tenaga kerja tidak langsung dan semua biaya pabrikasi lainnya yang tidak dapat di bebankan langsung ke produk akhir.
2. Harga jual adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang dan jasa untuk dijual atau diserahkan.
3. Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan pengumpulan data, penulis melakukan langkah-langkah yang ditujukan perusahaan, data yang diperoleh berupa :
1. Data primer
Dilakukan untuk mendapatkan data-data primer yang merupakan fakta-fakta yang terdapat dalam obyek penelitian, yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas. Dalam melakukan studi lapangan ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Melakukan wawncara dengan salah satu staff karyawan perusahaan tersebut
b. Observasi kegiatan produk, dilakukan dengan mengadakan kunjungan ke persahaan untuk mengetahui data biaya produksi, struktur organisasi perusahaan dan melihat secara langsung proses prduksi di perusahaan.
2. Data sekunder
Hal ini untuk memperoleh data-data sekunder yang bersifat teoritis yang akan memberikan landasan bagi penulis, mengetahui teori perhitungan harga pokok produksi dengan klasifikasi biaya sebagai dasar kebijakan dalam penetapan harga jual, baik yang berasal dari catatan kuliah, buku maupun literatur.
3. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan penulis adalah :
1. Analisis kuantitatif
Analisis kuantitatif adalah suatu cara analisis yang memakai rumus-rumus untuk menentukan harga pokok produksi dan angka-angka untuk menjelaskan pemahaman tentang data yang digunakan.
2. Analisis kualitatif
Analisis kualitatif merupakan suatu cara analisis dengan memberikan penjelasan yang bersifat definitif atas istilah teknis dan teoritis dengan deskripsikan suatu proses dan dengan cara pembahasan yang langsung dan sistematis.
g. Daftar Pustaka
Mulyadi, Akuntansi Biaya Untuk Manajemen. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta, 1992
Rabu, 12 Mei 2010
Hukum Perikatan
Hukum Perikatan adalah suatu hukum atas dasar dilakukannya sebuah perjanjian antara dua dan lebih orang, dimana menimbulkan suatu hak dan kewajiban di setipa pihak. Serta hak dan kewajiban ini harus dilakukan sesuai perjanjian. Sumber hukum perikatan ini adalah pasal dan undang-undang.
tiga hal yang harus diketahui dalam mendefinisikan suatu perjanjian:
1. adanya suatu barang yang akan diberi
2. adanya suatu perbuatan dan
3. bukan merupakan suatu perbuatan
Dalam melakukan Perjanjian sah harus disyaratkan pada
1. Bebas dalam menentukan suatu perjanjian
2. Cakap dalam melakukan suatu perjanjian
3. Isi dari perjajian itu sendiri
4. Perjanjian dibuat harus sesuai dengan Undang - Undang yang berlaku
seorang yang berpiutang memberikan pinjaman kepada yang berutang, dan yang berutang tidak bisa memenuhi kewajibannya dalam membayar utang maka yang berpiutang dapat melakukan tuntutan dengan 3 cara :
1. Parade Executie (melakukan perbuatan tanpa bantuan dari pengadilan yang hal ini kaitannya dengan hakim)
2. reel executie ( dimana hakim memberikan kekuasaan kepada berpiutang untuk melakukan suatu perbuatan)
3. Natuurelijke Verbintenis (Secara suka rela dipenuhi/dibayar)
Refrensi :
http://id.shvoong.com/law-and-politics/law/1831463-hukum-perikatan/Selasa, 11 Mei 2010
Hukum Perdata
Jenis-jenis hukum perdata :
1. Hukum Keluarga
2. Hukum harta kekayaan
3. Hukum benda
4. Hukum Perikatan
5. Hukum Waris
Sejarah Hukum Perdata
Hukum perdata Belanda berasal dari hukum perdata Perancis yaitu Code Napoleon yang disusun berdasarkan hukum Romawi Corpus Juris Civilis yang pada waktu itu dianggap sebagai hukum yang paling sempurna. Hukum Privat yang berlaku di Perancis dimuat dalam dua kodifikasi yang disebut Code Civil (hukum perdata) dan Code de Commerce (hukum dagang). Sewaktu Perancis menguasai Belanda (1806-1813), kedua kodifikasi itu diberlakukan di negeri Belanda yang masih dipergunakan terus hingga 24 tahun sesudah kemerdekaan Belanda dari Perancis (1813)
Pada Tahun 1814 Belanda mulai menyusun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Sipil) atau KUHS Negeri Belanda, berdasarkan kodifikasi hukum Belanda yang dibuat oleh MR.J.M. KEMPER disebut ONTWERP KEMPER namun sayangnya KEMPER meninggal dunia [1924] sebelum menyelesaikan tugasnya dan dilanjutkan oleh NICOLAI yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Belgia. Keinginan Belanda tersebut terealisasi pada tanggal 6 Juli 1980 dengan pembentukan dua kodifikasi yang baru diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 1938 oleh karena telah terjadi pemberontakan di Belgia yaitu :
1. Burgerlijk Wetboek yang disingkat BW [atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata-Belanda.
2. Wetboek van Koophandel disingkat WvK [atau yang dikenal dengan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang]
Kodifikasi ini menurut Prof Mr J, Van Kan BW adalah merupakan terjemahan dari Code Civil hasil jiplakan yang disalin dari bahasa Perancis ke dalam bahasa nasional Belanda
Isi KUHPerdata
KUHPerdata terdiri dari 4 bagian yaitu :
1. Buku 1 tentang Orang / Personrecht
2. Buku 2 tentang Benda / Zakenrecht
3. Buku 3 tentang Perikatan /Verbintenessenrecht
4. Buku 4 tentang Daluwarsa dan Pembuktian /Verjaring en Bewijs
refresi : 1. Wikipedia
2. http://makalah-gratis.blogspot.com/2007/10/hukum-perdata.html
Jumat, 30 April 2010
Keraton Ratu Boko
Saya senang sekali melihat peninggalan yang amat unik dan sangat indah, bayangkan saja seperti candi-candi yang telah ada di Indonesia dibuat hanya dengan batu yang ditumpuk tetapi dengan metode yang sangat luar biasa. Salah satunya seperti Candi Prambanan.
Setiap kali saya ke Yogyakarta saya sempatkan mampir untuk melihat karya indah yang sangat luar biasa di ujung Yogyakarta menuju Kota Solo, yaitu Candi Prambanan. Anda dapat masuk dengan mudah dan biaya yang di tawarkan sangat terjangkau. Saya datang kesana dengan membeli tiket paket Prambanan-Boko dengan harga Rp 30,000. Amat sangat istimewa saya langsung di antarkan pribadi dengan bus yang hanya untuk beberapa orang saja menuju Candi Ratu Boko dan setelah itu baru di Prambanan.
Awal yang sangat mengejutkan sebenarnya saya ingin di bawa kemana, jalan menuju ke sana sangat sepi namun tenang sekali disambut oleh rumah-rumah penduduk yang sangat ramah. Bus yang saya tumpangipun berjalan dengan pelan-pelan karena terdapat di daerah perbukitan. Dan kemudian tibalah saya ke Candi Ratu Boko tersebut. Sungguh sangat tenang , asri dan menyejukan.
Situs Keraton Ratu Boko terletak pada perbukitan dengan ketinggian 195,97 dpl, dengan luar sekitar 160.898 m2. Situs Ratu Boko merupakan peninggalan sejarah Hinduisme dan Budhisme, yang dibangun pada abd VIII-IX M. Pada waktu pertama kalinya, situs ini merupakan sebuah kompleks wihara sebagaimana tercatat dalam prasasti abhayagiriwihara yang berangka 792 M. Tinggalan arkeologi yang bersifat budhisme lainnya adalah runtuhan stupa, arca dhani Budha dan Stupika.
Sekitar tahun 856 M, situs ini berubah menjadi kediaman seorang penguasa bernama Rakai Walaing Pu Kumbhayoni yang beragama hindu. Temuan arkeologi berupa prasasti yaitu prasasti ratu book a, b ( berangka tahun 856 ) dan c semua mengandung keterangan tentang pendirian lingga yaitu lingga krrtivaso,lingga tryambaka, dan lingga hara. Prasasti lainnya prasasti pereng ( 862 M) mengandung keterangan tentang sebuah bangunan suci untuk Dewa Siwa yaitu candi badraloka. Adapaun tinggalnya yang bersifat hinduisme Arca Durga, Ganesa, Miniatur Candi, Yoni, dan prasasti dari lempengan emas.
Sabtu, 24 April 2010
Kisah Pertemanan Bukan Persahabatan
Dan pernahkah kamu merasakan rasa yang pahit ini mungkin saja di setiap orang pasti pernah tapi caranya terkadang berbeda. Sebenarnya saya tidak perlu pujian mereka, yang saya butuhkan kalian dan saya bisa menghargai satu sama lain. Entah mereka pernah merasa yang seperti saya rasakan atau tidak. Saya ingin sekali marah kepada mereka. Melihat mereka lebih susah dari saya tapi saya tidak bisa melakukan itu.
Terkadang pertemanan bukanlah dilihat dari ketulusan hati mereka, tapi dikarenakan fisik dan materi. Saya tahu saya adalah wanita yang jerawatan, jelek, dan bahkan baju-baju yang saya pakai terlihat kusam bahkan dekil tapi apakah saya tidak panatas untuk ditemani. Apakah saya harus mencuri dahulu bahkan saya harus menjual diri, agar saya dapat terlihat seperti orang berduit. Lagi-lagi saya tidak butuh itu semua yang saya butuhkan hanya pertemanan dengan dasar ketulusan.
Mereka bilang hidup ini kejam tapi apakah mereka sadar bahwa mereka juga telah kejam pada saya atau mereka merasa berlebih jadi bisa melakukan seperti itu. Bisakah kalian dengar teman saya menagis di belakang kalian. Coba saya ini adalah wanita dari keluarga yang biasa saja, tapi saya ingin merasakan enaknya makan di restoran yang kita beli paket haiah untuk makan, kalau saja kalian tahu teman uang itu adalah uang yang saya tabung sudah lama. Tapi dengan enaknya kalian makan di restoran itu tanpa mengajak-ngajak saya. Dan lebih menyakitkannya lagi kenapa kalian harus cerita kegembiraan kalian pada saya, yang sejujurnya aku sangat iri dan menyakitkan. Saya hanya bisa tersenyum saja tanpa bahasa.
Saya senang melihat kalian senang, dan saya lebih senang melihat kalian bisa tertawa puas walaupun saya harus menangis, dan saya harap kalian tetap butuh saya dikala kalian susah. Saya akan menunggu kedatangan kalian pada saat susah. Terima kasih atas nama pertemanan pernah kita rasakan bersama, saya hanya melampiaskan perasaan saja, jikalau ada kesalahan dan mungkin perbedaan prinsip dan asumsi. Saya selaku penulis amatir mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan banyak berterima kasih kepada teman saya telah memberikan inspirasi pada saya atas perlakuan anda kepada saya. Uwii_uchil